Pelatihan Kesehatan Gigi dan Mulut di Indonesia Ramah Lansia Provinsi Jawa Barat Husnul Khatimah 2 Wilayah Cilodong Depok

Authors

  • Habibah Nurfauziah Universitas Saintek Muhammadiyah

Keywords:

lansia, kesehatan gigi dan mulut

Abstract

Masalah kesehatan gigi seringkali diabaikan, padahal kesehatan gigi memiliki peran yang sangat penting dalam kualitas hidup terlebih bagi seorang lansia. Hal ini perlu  perhatian serius, karena fungsi gigi memiliki peran penting dalam pengunyahan makanan. Kehilangan gigi atau kerusakan gigi dapat membuat pengunyahan menjadi sulit yang akhirnya dapat mempengaruhi pencernaan dan asupan gizi bagi lansia. Kesehatan mulut yang buruk dapat berdampak pada kesehatan seperti infeksi gigi atau penyakit gusi, jika tidak diobati dapat menyebabkan masalah serius seperti penyakit jantung, diabetes dan gangguan pernapasan. Kehilangan gigi pada lansia dapat memiliki dampak psikologis yang signifikan termasuk perasaan malu, tegang, penurunan selera makan, resiko malnutrisi, kesulitan sosialisasi, tidur yang terganggu, isolasi, kesulitan konsentrasi bahkan ketidakmampuan untuk bekerja dengan optimal. Kehilangan gigi menjadi masalah umum pada lansia dengan berbagai penyebab kerusakannya.

Kegiatan ini menggunakan pendekatan pelatihan secara tatap muka. Dimana sebelum kegiatan inti dilaksanakan tim pengabdian melakukan pra survey investigasi di lokasi untuk mengetahui kendala dan permasalahan yang ada. Setelah dilaksanakan pembekalan, dilakukan pendampingan implementasi, kemudian tahap akhir dilakukan sharing permasalahan dan kesulitan yang muncul untuk dipecahkan. Metode yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan ini adalah sosialisasi dengan teknik pelatihan  dengan ceramah atau penyampaian materi berupa teori, video terkait kesehatan gigi dan mulut, lalu dimaksimalkan pada tanya jawab dan simulasi yang menarik.

Melalui pelatihan ini para peserta yang terdiri dari pra lansia (usia 45-60 tahun) dan lansia (usia 60 tahun ke atas) merasa dapat tambahan ilmu. Hal ini seperti diungkapkan oleh salah satu peserta yg menyatakan bahwa “Pelatihan bagi lansia ini luar biasa, lansia menjadi tercerahkan bagaimana cara merawat mulut dan gigi bagi lansia, berteman dengan dokter gigi sehingga lansia semakin bersemangat dan termotivasi untuk hidup lebih sehat dan produktif. Peserta antusias karena merasa penting untuk tahu bagaimana cara menjaga rongga mulut dan merawat kesehatan gigi. Motivasi  peserta ikut sekolah lansia adalah ingin hidup lebih berarti di usia yang sudah senja”. Pelatihan ini juga sudah dapat memicu semangat dan antusiasme para lansia, hal ini terlihat dari animo peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab.

References

Direktorat kesehatan keluarga, Direktorat Jendral Kesehatan Masyarakat„“Panduan praktis untuk caregiver dalam perawatan jangka panjang bagi lanjut usia“, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia 2019.

Yeny Sulistyowati, International Community Service Proggrame For Longlife Education, Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat, Vol. 1, No. 2 September 2023

Susiana Nugraha,“Buku Modul untuk Peserta Sekolah Lansia IRL Jabar“, 2024

Yovita T. Sualang, Jurnal Pengabdian Masyarakat MAPALUS, Latihan Senam Lansia Untuk Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Di LKS Rumah Singgah Lansia “Kaneren” Kelurahan Wawali, 2023

Andriani, Raraningrum & Sulistyowati. (2019). Pemberdayaan Lansia Produktif, Aktif, Sehat Melalui Promosi Kesehatan dan Pemanfaatan Tanaman Obat di Desa Bumiharjo Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi. Warta Pengabdian. Volume 13, doi: 10.19184/wrtp.v13i1.9837.

Budi, Sarasati. Menuju Lansia Smart: Sehat, Mandiri, Aktif dan Produktif. Published: 16 December (2019). https://buletin.kpin.org/index.php/arsi p-artikel/509-menuju-lansia-smartsehat-mandiriaktif-dan-produktif.

Downloads

Published

30-12-2023