Pelatihan Kesehatan Fungsi Kognitif (Demensia) di Indonesia Ramah Lansia Provinsi Jawa Barat Husnul Khatimah 2B Wilayah Cilodong Depok

Authors

  • Habibah Nurfauziah Universitas Saintek Muhammadiyah

Keywords:

Lansia, pikun, Dimensia

Abstract

Pikun adalah gangguan penurunan kemampuan mental secara perlahan. Pikun ini menyebabkan terjadinya gangguan ingatan, pikiran, penilaian serta penurunan konsentrasi.  Gangguan perilaku pikun / demensia pada lansia dapat dicegah dengan mengasah otak, bergabung dalam kelompok untuk bersosialisasi, beraktivitas fisik, makan bergizi seimbang dan mengembangkan hobi serta kegiatan bermanfaat.

Kegiatan pengabdian masyarkat menggunakan pendekatan pelatihan di Indonesia Ramah Lansia Provinsi Jawa Barat Husnul Khatimah 2B Wilayah Cilodong Depok. Pelatihan ini dilakukan secara tatap muka. Dimana sebelum kegiatan inti dilaksanakan tim pengabdian melakukan pra survey investigasi di lokasi untuk mengetahui kendala dan permasalahan yang ada. Setelah dilaksanakan pembekalan, selanjutnya dilakukan pendampingan implementasi, kemudian tahap akhir di lakukan sharing permasalahan dan kesulitan yang muncul untuk dipecahkan. Metode yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah sosialisasi dengan teknik pelatihan  dengan ceramah atau penyampaian materi berupa teori, video terkait gangguan perilaku pada lansia dengan pikun/demensia, lalu di maksimalkan pada tanya jawab dan simulasi yang menarik.

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan bentuk pelatihan bagi lansia ini diikuti oleh para peserta yang terdiri dari pra lansia (usia 45-60 tahun) dan lansia (usia 60 tahun ke atas). Pelatihan ini sudah memberikan pencerahan dan motivasi bagi para lansia. Hal ini seperti di ungkapkan oleh salah satu peserta yang menyatakan bahwa “Pelatihan bagi lansia ini luar biasa, lansia menjadi tercerahkan bagaimana cara mengenali dan mencegah pikun/demensia, sehingga lansia semakin bersemangat dan termotivasi untuk hidup lebih sehat, bahagia dan produktif. Peserta antusias karena merasa penting untuk tahu bagaimana cara penanganan lansia yang mengalami pikun/demensia. Motivasi  peserta ikut sekolah lansia adalah ingin hidup lebih berarti di usia yang sudah senja”. Pelatihan ini juga sudah dapat memicu semangat dan antusiasme para lansia, hal ini terlihat dari animo peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab.

References

Direktorat kesehatan keluarga, Direktorat Jendral Kesehatan Masyarakat„“Panduan praktis untuk caregiver dalam perawatan jangka panjang bagi lanjut usia“, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia 2019.

Yeny Sulistyowati, International Community Service Proggrame For Longlife Education, Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Kesehatan untuk Masyarakat, Vol. 1, No. 2 September 2023

Susiana Nugraha,“ Buku Modul untuk Peserta Sekolah Lansia IRL Jabar“ , 2024

Yovita T. Sualang, Jurnal Pengabdian Masyarakat MAPALUS, Latihan Senam Lansia Untuk Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Di LKS Rumah Singgah Lansia “Kaneren” Kelurahan Wawali, 2023

Andriani, Raraningrum & Sulistyowati. (2019). Pemberdayaan Lansia Produktif, Aktif, Sehat Melalui Promosi Kesehatan dan Pemanfaatan Tanaman Obat di Desa Bumiharjo Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi. Warta Pengabdian. Volume 13, doi: 10.19184/wrtp.v13i1.9837.

Budi, Sarasati. Menuju Lansia Smart: Sehat, Mandiri, Aktif dan Produktif. Published: 16 December (2019). https://buletin.kpin.org/index.php/arsi p-artikel/509-menuju-lansia-smartsehat-mandiriaktif-dan-produktif.

Downloads

Published

26-02-2025